Bagaimana Riba dalam Pandangan Islam? Yuk Ketahui Jawabannya!

Bagaimana Riba dalam Pandangan Islam? Yuk Ketahui Jawabannya!

Dalam transaksi perumahan syariah , salah satu cirinya adalah transaksi dilakukan tanpa riba selain ciri yang lain. Bagaimana sebenarnya hukum riba dalam pandangan Islam? Mengapa riba sampai dilarang? Jika Anda penasaran, jawabannya dapat Anda ketahui melalui penjelasan di bawah ini.

Riba Dalam Pandangan Islam

Pengertian Riba

Dari berbagai definisi, dapat disimpulkan bahwa riba adalah suatu kegiatan pengambilan nilai tambah yang memberatkan dari akad perekonomian, seperti jual beli atau utang piutang, dari penjual terhadap pembeli atau dari pemilik dana kepada peminjam dana, baik diketahui bahkan tidak diketahui, oleh pihak kedua.

Riba dapat pula dipahami hanya sebatas pada nilai tambah dari nilai pokok dalam suatu akad perekonomian.Setelah mengetahui definisi riba, maka penting untuk mengetahui macam-macam riba dan pengertiannya.

Baca Juga :

♦ Cluster Villa Sharia

♦ Syifa Griya Asri

♦ City Forest Residence

Hukum Riba dalam Pandangan Islam

Islam melarang keras aktivitas riba karena dapat memberatkan salah satu pihak dari dua pihak yang melakukan transaksi. Banyaknya kemudharatan yang muncul dari riba membuat para ulama sepakat bahwa hukum riba dalam pandangan Islam adalah haram.

Hukum haram yang dilabelkan pada riba terdapat pada Alquran surat Ali Imron ayat 130 yang bunyi ayat dan artinya adalah seperti berikut ini.

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَاۡكُلُوا الرِّبٰٓوا اَضۡعَافًا مُّضٰعَفَةً ‌ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ‌ۚ

Yaaa ayyuhal laziina aamanuu la taakuhur ribaaa ad’aafam mudaa’afatanw wattaqul laaha la’allakum tuflihuun
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah, supaya kamu mendapat keberuntungan,” Surat Ali Imron ayat 130.

Selain dibahas dalam surat Ali Imran ayat 130, larangan atau perintah untuk melakukan maupun menghindari riba juga tersampaikan dalam firman ALLAH SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 278 yang bunyi dan artinya seperti berikut.

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَذَرُوۡا مَا بَقِىَ مِنَ الرِّبٰٓوا اِنۡ كُنۡتُمۡ مُّؤۡمِنِيۡنَ

Yaaa ayyuhal laziina aamanut taqul laaha wa zaruu maa baqiya minar ribaaa in kuntum mu’miniin
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman,” Surah Al-Baqarah ayat 278.

Lalu apa sebenarnya pengertian riba? Riba menurut tafsir ath-thabari dijelaskan sebagai perilaku yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah. Dalam transaksi hutang-piutang, aktivitas riba terjadi ketika transaksi yang dilakukan oleh dua orang memberatkan salah satu orang (peminjam) untuk mengembalikan jumlah uang yang dipinjam melebihi jumlah uang yang dipinjam di awal.

Dalam bahasa Arab riba disebut sebagai azziyadah yang berarti tambahan. Karena itulah setiap aktivitas menggandakan atau memberikan tambahan uang atau nilai yang melebihi jumlah awal uang atau nilai berpotensi mengandung riba.

Meskipun hukum riba dalam pandangan islam adalah haram, bukan berarti kegiatan transaksi jual beli barang dilarang dan dicap haram pula. Allah SWT menghalalkan kegiatan jual beli barang sebagaimana yang tercantum dalam surah Al-Baqarah ayat 275 di bawah ini.

اَلَّذِيۡنَ يَاۡكُلُوۡنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوۡمُوۡنَ اِلَّا كَمَا يَقُوۡمُ الَّذِىۡ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيۡطٰنُ مِنَ الۡمَسِّ‌ؕ ذٰ لِكَ بِاَنَّهُمۡ قَالُوۡۤا اِنَّمَا الۡبَيۡعُ مِثۡلُ الرِّبٰوا‌ ۘ‌ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الۡبَيۡعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا‌ ؕ فَمَنۡ جَآءَهٗ مَوۡعِظَةٌ مِّنۡ رَّبِّهٖ فَانۡتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَؕ وَاَمۡرُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ‌ؕ وَمَنۡ عَادَ فَاُولٰٓٮِٕكَ اَصۡحٰبُ النَّارِ‌ۚ هُمۡ فِيۡهَا خٰلِدُوۡنَ

Allaziina yaakuluunar ribaa laa yaquumuuna illaa kamaa yaquumul lazii yatakhabbatuhush shaitaanu minal mass; zaalika bi annahum qooluuu innamal bai’u mishur ribaa; wa ahallal laahul bai’a wa harramar ribba; faman jaaa’ahuu maw’izatum mir rabbihii fantahaa

Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang memakan riba tidak berdiri kecuali seperti barang yang berdiri yang kemudian dibanting oleh setan dengan suatu timpaan (barang yang dirasuki oleh setan). Demikian itu, sebab sesungguhnya mereka telah berkata bahwa jual beli itu menyerupai riba. Padahal, Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Maka, barangsiapa yang telah datang padanya suatu nasihat (peringatan) dari Tuhannya, lalu mereka berhenti dari memungut riba, maka baginya apa yang dulu ia pinjam, lalu mereka berserah diri kepada Allah. Dan barangsiapa yang mengulangi mengambil riba, maka mereka berhak atas neraka. Mereka kekal di dalamnya.” surah Al-Baqarah ayat 275.

Itu tadi penjelasan mengenai hukum riba dalam pandangan Islam yang semoga dapat menambah wawasan anda mengenai permasalahan riba. Bahasan tentang riba, Anda juga sebaiknya membaca artikle pengertian riba .

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *